7 Langkah Praktis Memulai Bisnis Online

Memilih Supplier

Terlepas dari jenis bisnis yang kita jalankan, baik itu offline maupun online, seringkali terhambat karena tidak semua bahan baku yang kita butuhkan bisa kita penuhi sendiri.

Hal inilah yang kemudian menjadi latar belakang bagi sebagian besar pebisnis untuk menjalin kerja sama dengan supplier.

Dengan begitu, posisi supplier tentu sangat berpengaruh terhadap kelangsungan bisnis yang tengah kita rintis, bukan?

Nah, ternyata memilih supplier itu tidaklah semudah yang kita bayangkan. Terlebih buat kamu yang memilih untuk bisnis sebagai dropshipper atau reseller yang memjualkan barang jadi dari para supplier sebagai sumber pemasukan.

Oleh sebab itu, ada baiknya kamu simak dulu ulasan berikut ini sebelum akhirnya memutuskan untuk menjalin kerja sama dengan supplier, supaya tidak kecewa nantinya.

Utamakan Kualitas

Dalam urusan memilih supplier, baik itu untuk bahan baku maupun barang jadi yang nantinya akan kamu jual kembali, kualitas haruslah jadi tolak ukur pertama yang harus kamu masukkan.

Jika kualitas produk kurang baik atau bahkan buruk, sudah bisa dipastikan produk yang akan kamu hasilkan atau jual kembali juga akan buruk.

Jangan mudah tergiur dengan harga yang murah.

Pastikan bahan baku atau produk yang akan kamu jual kembali bener-bener value for money, karena kelangsungan bisnis kamu lah yang jadi taruhannya.

Perhitungkan Kemampuan Supplier

Jika sudah dapat supplier dengan kualitas barang yang bagus, langkah selanjutnya adalah ketahui kemampuan supplier dalam memenuhi setiap pesanan.

Pasalnya, ada banyak supplier diluaran sana yang ‘mengaku’ sanggup memenuhi permintaan, tapi pada prakteknya tidak demikian.

Hati-hati dengan supplier semacam ini. Ingat, bisnis kamu taruhannya!

Cara paling mudah yang bisa kamu jadikan tolak ukur kemampuan supplier adalah kapasitas produksinya (sesuai atau tidak dengan kebutuhan kita) kemudian berapa banyak pelanggannya.

Dan yang paling krusial adalah, apakah supplier tersebut bisa menyelesaikan order dengan tepat waktu atau tidak.

Pertimbangkan Konsistensi Supplier

Konsistensi supplier dalam memenuhi order sangatlah berpengaruh terhadap kinerja bisnis yang tengah kita geluti, terutama di sektor ketersediaan stok barang.

Pastikan supplier yang akan kamu ajak kerja sama memiliki konsistensi supply yang bagus. Jangan sampai di tengah jalan tiba-tiba supplier tidak bisa mengirimkan bahan baku atau produk yang kamu butuhkan.

Pelajari track record-nya (akan kita bahas setelah ini), selain itu cermati juga hal-hal yang sekiranya bisa mempengaruhi konsistensi supplier dalam memenuhi pesanan kita. Seperti jarak, sarana & prasarana, serta berapa jumlah tenaga kerja yang dimiliki.

Pelajari Track Record-nya

Jangan terburu-buru memilih supplier untuk bisnis kamu. Cobalah cari sumber informasi terkait supplier yang sedang kamu incar melalui forum jual beli, komunitas dan lain sebagainya.

Salah satu cara yang bisa kamu gunakan adalah melihat testimoni dari para pembeli yang pernah bertransaksi dengan dia (supplier).

Kalau mau lebih cermat lagi, cobalah cari keburukan atau kekurangan dari supplier tersebut dengan cara ketikkan kata kunci negatif terkait supplier tersebut di mesin pencari misal serbu.id penipu atau sejenisnya.

Pastikan juga kontaknya bisa dihubungi setiap saat (jam kerja) supaya bisnis kamu tidak terbengkalai karena supplier yang slow respon.

Minta Sampel Produk

Setelah kamu pelajari semuanya, mulai dari kualitas produk sampai track record-nya. Cobalah minta sampel produk dari masing-masing kategori yang supplier jual.

Hal ini perlu kamu lakukan untuk mengambil keputusan lebih lanjut, ya atau tidak.

Apabila sampel produk yang dikirim sudah sesuai dengan ekspektasi, tapi tetap jangan sampai lengah, selalu cek ulang di order-order berikutnya untuk memastikan bahwa kualitas dan kuantitasnya memang terbaik.

Pelajari Kebijakan Pengembalian Produk

Dalam menjalin kerja sama dengan supplier, wajib hukumnya untuk mengetahui kebijakan pengembalian produk yang berlaku.

Pada umumnya pengembalian produk dikarenakan barang atau bahan baku yang dikirimkan supplier mengalami kerusakan atau cacat.

Oleh sebab itu pahami dulu kebijakan semacam ini sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan transaksi. Jangan sampai hal semacam ini menyebabkan kerugian di kemudian hari.

Fast Respon

Setelah dapat segala macam informasi yang kamu butuhkan, cobalah lakukan tes sederhana terkait pelayanannya.

Misal order dalam jumlah sedikit dengan identitas berbeda (jika sebelumnya sudah minta sampel produk dengan identitas asli). Kemudian lihat bagaimana pelayananya, secepat apa responnya ketika dihubungi pelanggan, serta bagaimana cara mereka menangani keluhan pelanggan.

Jika sudah semua, sebaiknya utamakan supplier dengan layanan yang cepat tanggap (jam kerja) supaya laju bisnis yang kamu geluti tidak terhambat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *