Pilihlah Co-Founder yang Tidak Sucks

Find a co founder that truly rocks at something.  Anything.

Knowing each other for a long time tends to be a good recipe for cofounders. Two old friends and the smartest person they knew – Jessica Livingston

The biggest thing we all knew was that cofounders tend to do better than single founders – Ron Conway

You cannot hire a cofounder – Max Levchin

Memilih seorang co-founder adalah keputusan paling penting yang Anda ambil. Hal ini jauh lebih penting dari produk, pasar, dan investor-investor Anda. Di dunia internet startup, co founder merupakan faktor penentu yang sangat penting, sama halnya dengan “location, location, location” di dunia bisnis ritel.

Salah satu pitch terburuk yang saya lihat dalam hidup saya adalah sebagai berikut, saya tidak ingat persisnya tetapi kurang lebih seperti ini :

“Kami ingin membuat startup, seperti TechinAsia (blog teknologi)

“Kalian pernah dengar Dailysocial atau Teknojurnal ?

“Tidak tahu

“Berapa orang founder di tim kalian ?

“Lima!

“Dari lima orang ini ada yang punya pengalaman menulis di bidang tech sebelumnya ?

“Tidak.

“Kalau pengalaman menulis blog atau apapun itu, majalah kampus atau mading kampus ?

“Tidak ada. Kami ber lima programmer dan semuanya tidak bisa menulis.

………… Saya sendiri punya pengalaman yang lebih buruk di tahun 2003 ketika membuat ide city directory dengan 10 orang founder yang semuanya tidak bisa programming ……ketika idenya tidak kemana-mana, kami saling bertanya “yang bego siapa ya?” karena pada saat itu tidak ada yang mengajari kami bahwa tipe startup seperti itu ternyata butuh co founder teknikal yang kuat, tidak ada yang mengarahkan kami bahwa untuk menemukan co founder kami juga perlu rajin ber-networking, membangun jaringan, lebih-lebih lagi, tidak ada tempat untuk bernetworking.

Internet startup bagus yang bisa saya ingat, biasanya memiliki founder tidak lebih dari tiga founder utama pada awal pendiriannya, Facebook, Twitter, Google, Linkedin, YouTube, Techcrunch, Foursquare, pasti ada sih yang lebih dari tiga founder dan sukses, tetapi saya hanya tidak ingat saja.

The power of two

Dua adalah angka yang tepat, hindari ‘three-body problem’. Lihatlah Jobs dan Wozniak, Allen dan Gates, Ellison dan Lane, Hewlett dan Packard, Larry dan Sergei, Yang dan Filo, Omudyar dan Skoll.

Tentunya perusahaan dengan satu orang founder juga bisa berjalan (cth: Mark Zuckerberg). Dan juga perusahaan yang memiliki 3 founder. Dalam perusahaan yang memiliki 3 founder, ada kemungkinan terjadi “politik,” voting berkelompok misalnya, perebutan posisi, dan lain-lain, tapi masih mungkin bisa diatur.

Empat adalah konfigurasi yang sangat tidak stabil dan lima biasanya gagal. Jika ada perusahaan dengan 4-5 founder dan bisa berjalan, hal itu dimungkinkan oleh dua orang founder mendominasi.

Perusahaan dengan dua founder bisa berjalan karena kebulatan suara bisa dicapai, dan politik dalam perjalanan startup akan minim, keinginan masing-masing bisa diatur dengan mudah, dan “taruhan” yang diberikan para founder akan cukup tinggi dalam hal finansial.

Jangan terlalu banyak

Startup dengan lima founder berarti secara kasar mereka akan membagi saham masing-masing 20% dan di masa berjalannya startup, karena jumlah founder yang banyak, akan muncul uneg-uneg seperti :

Banyakan saham kamu daripada saya, kenapa kok rasanya kerja gw lebih berat dari pada kamu ?

Akan sulit menjaga banyak orang untuk tetap pada level hard work yang setara. Tapi menariknya, Agate Studio di Bandung, startup mahasiswa dengan 18 orang founder masih jalan dan semakin maju jaya saja sampai saat ini. Entah bagaimana caranya, akan menarik untuk kita tanya kapan-kapan ke Clawford dan Shienchou.

Someone you have history with

Lebih baik jika Anda memiliki co founder yang pernah bekerja sama sebelumnya bersama Anda. Tentu Anda tidak akan menikahi seseorang yang baru kemarin Anda temui. Anda harus melalui masa-masa kencan bersamanya untuk mengenal dirinya.

Lebih baik jika Anda pernah melalui situasi yang sulit bersamanya, seperti Prisoner’s Dilemma atau sebuah Zero-Sum Game. Segalanya akan berjalan lancar jika dalam perjalanan startup, situasi yang dihadapi adalah situasi terus menguntungkan bagi semua founder. Tetapi tidak semudah itu kan ? Bagaimana situasinya adalah satu untung-satu rugi ? (Kalau ada waktu untuk membaca link Wikipedia yang saya berikan di atas, bacalah, sangat menarik).

Ada cerita tentang 2 founder startup yang baru saling kenal kemudian memutuskan mengontrak sebuah tempat kos sambil mengatakan “Kita coba dulu 2 bulan sering bertemu, sharing ide, build something, tanpa komitmen yang terlalu formal, jika tidak jalan ya sudah kita kembali ke rumah masing-masing, jika kira-kira bisa jalan, ayo kita membuat komitmen yang lebih serius di akhir bulan ke-2.”

Komitmen untuk saling me-ngetes tanpa komitmen yang terlalu formal bukanlah hal yang buruk.

Saya pernah mendengar cerita tentang seorang founder dari Singapura (lebih baik tidak menyebut nama :p ) yang sedang membuka market game di Indonesia, dia TTM-an dengan seorang model dari Indonesia. Sewaktu ditanya “Kamu kenapa tidak nembak dia saja? daripada TTM-an terus ?” Jawabnya :

“Girlfriend is like startup, everything can happen in the first 3 months”

Gambar di bawah ini adalah gambar dari sebuah tim startup yang menyewa kamar di samping Universitas Bina Nusantara sambil mengerjakan project B2B mereka juga membangun visi di consumer product. Mereka biasanya kumpul di kamar ini setiap malam seusai kuliah sampai pagi. Mereka berkomitmen untuk kerja bersama sampai drop di pagi harinya sekitar jam 02.00 – 03.00 kemudian pulang ke kos masing-masing atau tidur di kamar ini, kemudian besok pagi berangkat kuliah. Hal ini mereka lakukan karena untuk bisa mengenal satu sama lain dengan baik, mereka harus sering ketemu dan kerja bareng.

“Startup team bulding” this photo was taken in the middle of the night, they rent a room next to university and commited to work together everyday after class until drop in the morning. To learn from each other, to build trust, to know their limits, to build chemistry. All of them are 5th semesters students.

One build, one sell

Para builder terbaik bisa membuat prototipe dan bahkan membuat keseluruhan produk, dari awal sampai akhir. Penjual terbaik bisa menjual kepada pelanggan, partner, investor, dan karyawan.

Idealnya co founder adalah seseorang yang memperkuat kelebihan Anda dan menutupi kekurangan Anda.

You need people with complementary skill sets, so you get more done

Pahamilah juga tipe startup apa yang Anda buat, jika membangun startup tipe konten, maka co founder yang jago dan kuat menulis akan sangat penting, tetapi jika membuat startup tipe teknologi – misalnya ecommerce, maka co founder yang kuat di programming dan design akan sangat penting.

Motivasi yang sama

Jika founder pertama ingin membuat “cool product”, yang kedua ingin “makes money”, dan yang satu lagi ingin terkenal. Pasti berantakan.

Perhatikan dengan baik dan seksama, motivasi yang sebenarnya akan tampak dengan sendirinya, bukan di-declare.

Kriteria: Kecerdasan, energi, dan integritas

Orang yang Anda cari bukanlah seseorang yang tumbuh bersama Anda. Juga bukan orang yang paling Anda sukai, dan bukan seorang hacker yang ingin bekerja tanpa dibayar.

Yang Anda cari adalah seseorang yang memiliki kecerdasan, energi, dan integritas yang tinggi. Anda harus memiliki ketiga criteria itu, dan sejarah bersama orang tersebut untuk mengevaluasi co-founder Anda.

Build value dari diri Anda sendiri

Don’t get a suck co founder. You must not suck too

“life is too short to hang out with people that aren’t resourceful”  – Jeff Bezos

Jangan cari co founder yang sucks. Peraturan ini juga berlaku untuk orang lain yang sedang meng-evaluasi diri Anda. Jika kamu sendiri sucks, maka kamu akan mendapatkan co founder yang sama-sama sucks. Cocok.

Jangan berhenti

Jika Anda merasa ada yang salah dengan calon co founder Anda, teruslah mencari. Jika Anda curiga, teruslah mencari. DNA dari sebuah perusahaan ditentukan oleh para foundernya, dan kultur perusahaannya adalah perpanjangan dari kepribadian foundernya.

Kriteria yang “not well informed”

Para founder bisnis yang tidak bisa menulis program menggunakan cara yang salah untuk memilih co-founder teknikal (“memiliki 10 tahun pengalaman coding dengan Java!”), tetapi sebaliknya, founder teknikal yang tidak bisa menjual juga menggunakan cara yang salah (“Harvard MBA!”). Pelajari dengan baik sisi yang satu lagi (co-founder Anda) untuk mendapat informasi yang cukup. Jika Anda tidak benar-benar terkesan dengan profil seseorang, teruslah mencari.

Can you build this company without him ?

Ini adalah pertanyaan yang beberapa kali muncul dalam pitching antara founder dan investor, biasanya wajah founder akan berubah menjadi membingungkan untuk menjawabnya. Umumnya pertanyaan ini akan muncul apabila ada satu cofounder yang memiliki kontribusi sedikit (atau ke depannya : kontribusi potential yang sedang-sedang saja) di dalam startupnya.

Jika orang yang tepat sudah sibuk dengan project lain

Bagaimana jika orang yang tepat sudah memiliki startupnya sendiri? Yakinkan dia agar bekerja part-time di tempat Anda – dia akan meninggalkan idenya segera setelah melihat bahwa milik Anda lebih menarik.

Bercerai itu tidak enak

Jika Anda akan berpisah dengan co-founder Anda, lakukan se-awal mungkin, kejar kembali saham dalam startup Anda agar perusahaan bisa tetap berjalan, dan rekrut orang lain yang luar biasa untuk mengisi kekosongan itu.

Membangun perusahaan yang hebat tanpa partner adalah seperti membesarkan seorang Anak tanpa…

Hampir semua yang saya tuliskan dalam topik ini bisa diaplikasikan dalam hubungan asmara dan penikahan. Apakah ini kebetulan ?

Bagaimana caranya ?

Jika masih kuliah, pergi kuliah, tunjukkan kamu tidak sucks. Aktif di kegiatan mahasiswa, build value diri kamu, ceritakan visi kamu ke teman-teman.

Networking. Networking. Networking. Datang ke acara yang memungkinkan untuk bertemu dengan partner bisnis. Datang ke acara meetup Startupbisnis, meetup Sparxup, meetup Tangan di Atas, meetup StartuplokalFestival WirausahaKreatif dan banyak lagi. Co founder tidak akan bisa ditemukan hanya di kamarmu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *