Sudahkah Biaya Distribusi Konten Anda Lebih Besar dari Biaya Produksi Konten ? Didistribusikan Ke Mana ?

Kemarin secara tidak sengaja saya melihat Facebook status dari John Rusly, founder Kotakpensil.com yang saya kenal dari Komunitas Tangan Di Atas.

Facebook status dari Pak John Rusly menyampaikan bahwa sebagai entrepreneur sebaiknya kita lebih fokus pada kegiatan penjualan ketimbang menyediakan produk atau layanan

Post by John Rusly EntrepreneurCoach.Content Marketing

Seperti Anda tahu bahwa di era internet seperti sekarang, dengan semakin terbukanya channel distribusi online, content marketing adalah hal yang penting bagi bisnis, Anda bisa membaca mengenai pentingnya content marketing di beberapa artikel berikut ini : Hal penting yang perlu Anda tahu tentang content marketingcara membuat toko online : bisnis model ecommerce berbasis konten part 1cara membuat toko online : bisnis model ecommerce berbasis konten part 2.

Biaya Pembuatan Konten Vs Biaya Distribusi Konten

Kaitannya dengan post dari John Rusly tadi, saya tidak tahu apakah pendapat tersebut berlaku untuk semua jenis pengusaha dan di setiap level dari usaha, terkait dengan internet / content marketing, status tersebut mengingatkan saya pada penelitian tentang biaya distribusi konten dibandingkan biaya pembuatan konten seperti disebutkan dalam artikel Startupbisnis dengan judul “cara bisnis di internet : Apa strategi favorit perusahaan di Amerika dalam menjalankan content marketing (infografis)”

Dalam infografis dari Marketo, ditampilkan data sebagai berikut ini :

marketo

Dalam data tersebut bisa dilihat bahwa semakin besar jumlah karyawan dari perusahaan, biaya yang dianggarkan untuk distribusi konten akan semakin besar dibandingkan biaya yang digunakan untuk membuat konten.
Artinya apa ? Content is king but …
king kongBerbicara tentang “konten” tidak hanya membicarakan tentang jenis startup online media atau online portal saja, apabila startup Anda adalah ecommerce, maka konten Anda adalah detil produk Anda yang menjelaskan tentang product Anda.

Reid Hoffman, founder Linkedin mengatakan sebagai berikut :

Having a great product is important but having great product distribution is more important.
I meet a lot of entrepreneurs who think the best product is the most important thing and that the best product should always win. What a lot of people fail to realize is that without great distribution, the product dies. How will you get your product in the hands of millions or hundreds of millions of people?

Didistribusikan ke Mana ?

Dalam sebuah survey oleh Outbrain “State of Content Marketing 2012″ , brand dan agency mayoritas mendistribusikan kontennya ke social media, lihat tabel di bawah ini.

Content Distribution

Social media berada di angka 95% sedangkan paid search di 75%, terlepas dari perbedaan jenis bisnis dari klien yang disurvey, survey ini bersifat general saja. Ingat bahwa beberapa produk yang lebih bersifat intention driven (mis. barang-barang yang tidak keren seperti besi, batu bata) daripada interest driven (baju bola Real Madrid) umumnya lebih cocok dijual (atau mendistribusikan konten) ke paid search.

Masa iya social media ? bagaimana di Indonesia ?

Survey Oxyweb pada Oktober 2012 mengatakan bahwa orang Indonesia lebih suka membuka social media daripada search engine.

oxyweb

Statistik-statistik inilah yang mendorong kami meluncurkan jasa Facebook Ads service yang bisa Anda baca detilnya di sini, bagaimana dengan Twitter ? Twitter ads di Indonesia saat ini dihandle oleh Komli Media, namun dari beberapa kali bertanya ke rekan-rekan, result Twitter ads saat ini ada di kisaran Rp. 2,000 per followers – silahkan dikonfirmasi sendiri, kami sendiri belum pernah mencobanya, alternatif lainnya, beberapa rekan saya memiliki service Twitter buzzer seperti Danny BaskaraEdy LiemRade Tampubolon dari Sociobuzz.

Have a nice day

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *