Tips untuk Pengalaman Awal Social Media oleh @Stephawie

Editor’s note : Stephanie Wiriahardja adalah Community Celebratoire Hootsuite, sebuah tool scheduling social media no 1 di dunia, Steph juga contributor kami yang banyak memberikan sharing dari sudut pandang seorang community person. Awal wahun 2013 ini Steph dinominasikan untuk Top 7 must follow di Vancouver. Voting dapat dilakukan di sini

Di tahun 2009, aku membuka akun Twitter tanpa pengertian jelas apa kegunaan Twitter. Saat itu, Twitter baru berumur 3 tahun dan masih terhitung berapa jumlah teman-teman aku yang menggunakannya. Beberapa bulan kemudian, aku berkenalan dengan sebuah situs bernama HootSuite yang akhirnya membuat aku jatuh cinta dengan Twitter.

Penggunaan Twiter di Kanada pada saat itu juga masih terbatas. Meskipun jumlah penggunanya terus meningkat, hanya ada beberapa perusahaan yang menggunakannya. Namun semua ini pelan-pelan berubah, sama seperti perkembangan Twitter di Indonesia. Bedanya, di Indonesia, Twitter melejit lebih tinggi dan menjadi bagian dari hampir semua perusahaan dan juga UKM. Bedanya lagi, banyak pengguna di Kanada (dan sekeliling Amerika Utara), fokus lebih ke arah konten yang informasional. Sampai-sampai bos aku sendiri juga membandingkan penggunaan Twitter di Indonesia dengan “public chat room”.

Untuk aku sendiri, Twitter adalah sebuah sumber inspirasi dan berita. Aku follow para tweeps yang sering memberi informasi yang menginspirasikan, tapi yang juga engage dengan audiens mereka. Dari situ aku mengambil ilmu2 dan lalu tweet ulang. Dalam 2.5 tahun pertama, aku hanya berhasil mendapatkan 860 followers, lalu 1 tahun kemudian (Desember 2012), aku berhasil melewati 2000 followers. Meski jumlahnya tidak banyak-banyak banget, tapi semuanya datang secara organik, alias aku belum pernah mengikuti cara kul twit atau juga endorsement berbayar.Apa saja yang aku lakukan selama 1 tahun lalu yang menaikkan followers sebanyak 133%?

  • Ikuti Twitter chat. Setiap hari ada Twitter chat yang bisa kamu ikuti. Twitter chat biasanya memiliki hashtag tetap yang bisa diikuti oleh siapa saja. Kalian bisa lihat pertanyaan yang di pos oleh moderator dan jawab menurut pengalaman. Aku biasanya mengikuti 3 Twitter chat setiap minggunya: #CMGRchat, #HSUchat, #SMchat. Dari chat seperti ini, aku bisa mendapatkan 10-15 followers dan juga membangun kredibilitas.
  • Beri presentasi. Di tahun 2012 sendiri, aku mengadakan dan memberi presentasi di 22 acara, ke audiens bertotalkan 520 orang. Ambillah setiap kesempatan untuk berbagi inspirasi dan membangun brand personal kalian. Presentasinya bisa topik apa saja dan bisa dilakukan di sekolah, di kantor, atau dimana saja.
  • Kontribusi artikel. Kalau kesempatan untuk memberi presentasi belum datang, coba tulis blog dan kontribusikan ke beberapa outlet, seperti Startup Bisnis. Tahun lalu, aku kontribusi 5 artikel dan respons yang aku dapatkan dari para pembaca sangat memuaskan.
  • Datang ke acara networking. Jangan lupa kata “social” di “social media”. Sosialisasi di acara seperti kopdar dan buat teman-teman baru yang akan membuka banyak pintu kesempatan.

Masih banyak cara-cara lainnya. Yang pasti, teruslah ber-eksperimen. Teori boleh saja, tapi aksi yang lebih penting. Aku juga masih banyak melakukan banyak eksperimen dengan akun Twitter aku sendiri. Seperti kata Winston S. Churchill, “Success is not final, failure is not fatal: it is the courage to continue that counts.” Dengan kata lain, dunia sosial media memang lumayan menakutkan awal-awalnya, tapi terus coba berbagai cara untuk mengembangkan profil kalian.

4 tahun lalu, aku ngga kepikiran bahwa aku akan masih menggunakan Twitter. Tapi November lalu, aku dapat kabar baik bahwa aku telah dinominasikan ke Top 7 Must Follow di Vancouver. Penghargaan ini diadakan oleh Social Media Awards Vancouver dan tahun ini adalah tahun pertama mereka. Siapa yang menyangka bahwa hobi tweeting juga bisa mendapatkan penghargaan dan penghasilan!

Belajar Social Media Marketing Top7SocialMediaAwards

Voting dapat dilakukan disini: http://ow.ly/gIJy9

Jujur aku bangga dijadikan Top 7, apalagi sebagai seseorang yang bukan asal Vancouver. Kalau kalian enjoy artikel ini, silahkan vote aku melalui link di atas dan beri komen di artikel ini untuk memberi saran untuk topik berikutnya yang aku tulis di Startup Bisnis dan juga bagi di Twitter aku.Untuk sekarang, coba tanya diri kalian. Apa tujuan kalian menggunakan Twitter dan semoga jawabannya bukan untuk ngobrol ya. ;)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *